Setelah acara makan malam keluarga yang kami lakukan tadi, aku berniat mencuci piring. Namun, Mama dan asisten rumah tangga melarangku. Akhirnya dengan segala usaha Mama membawaku keluar dari dapur. Aku melihat Arlan sedang bersama dengan Papa duduk di depan TV sambil mengobrol. Arlan menyuruhku duduk di sampingnya dengan tatapannya. “Ih sanaan dong Arlan, Mama mau duduk samping Papa!” suruh Mama yang menyenggol Arlan membuatnya semakin mendekat ke arahku.“Mama, masih banyak tempat, Astagfirullah. Itu kalau mau sama Papa ajak Papa aja pindah, ih!” kesal Arlan. Dia merangkul pinggangku membuatku auto menoleh ke arahnya. Dia hanya mengangkat alisnya.“Bilang aja, kamu juga mau mesra sama Farin. Tuh tangan bisa dilepas kalau mau mengelak,” sahut Mama.“Sewot banget sih, Ma,” gerutu Arlan. Dia menatapku dengan wajah yang biasa kulihat saat kami berada di tengah keluarga atau kerabat. “Sayang, mau kopi dong,” pintanya yang langsun
Last Updated : 2026-09-24 Read more