Farin terbangun saat merasakan mual. Dia bangkit dan menuju ke kamar mandi. Arlan yang duduk di sofa, langsung menyusul istrinya. Farin masih mual dan Arlan selalu setia menemani istrinya, jika dia merasakan istrinya terbangun. “Masih mual, Sayang?” tanya Arlan sambil mengurut punggung istrinya. Farin membasuh bibirnya lalu berdiri tegak. Dia memeluk Arlan dengan erat.“Udah gak separah awal-awal sih, Mas. Oh iya, emang ini jam berapa?” jawab Farin. Arlan melihat jam tangannya.“Jam tiga. Kamu tidur lagi aja, nanti aku bangunkan,” kata Arlan.“Kamu itu yang tidur. Nanti kamu kerja, Mas. Tidur sebentar ya. Kalau kamu sakit juga, aku bingung, Mas. Tidur ya,” ucap Farin yang memeluk tubuh suaminya. Arlan pun mengangguk dan menuruti perkataan istrinya. Farin duduk di samping brankar Bundanya dan menaruh kepalanya dengan tumpuan tangannya. Dipandangnya wajah Bundanya dengan lekat. Bagai film sejarah ya
Última atualização : 2026-10-05 Ler mais