“Jadi, kamu pernah ditinggal nikah, Rey?!” kagetku saat dia bercerita. Wajahnya yang ceria setiap hari membuatku tidak yakin dengan apa yang dia ceritakan. Terlihat dari wajahnya, Reyna mengingat jelas tragedi yang terjadi dalam hidupnya itu, meski itu sangat menyakitkan untuk dirinya.“Iya, Mbak. Sedih ya? Beruntung saya punya yang ini, doakan semoga awet sampai pelaminan ya, Mbak,” katanya. Aku mengangguk dan menepuk bahunya. Aku paham akan rasa sakit yang sempat Reyna rasakan itu. Emosi, sedih dan rasa sakit pasti berkecamuk dalam dirinya, saat itu.“Rey, percayalah masih banyak orang yang merasakan hal yang sama. Jadikan itu sebagai tolak ukurmu untuk melangkah. Tidak ada sesuatu yang kebetulan, entah itu pertemuan, cinta, atau perpisahan. Semua memiliki maksud tersembunyi dari Tuhan. Saya yakin, Tuhan akan memberikanmu yang lebih baik. Saya doakan sampai pelaminan sama yang ini,” sahutku. Dia memelukku layaknya memeluk seorang kakak. Sejujurnya, aku
Last Updated : 2026-09-26 Read more