Kenan menelan ludah. "Kamu serius mau aku pakai baju warna itu?" tanyanya sambil menatap lekat. "Ya, tentu!"Kenan memejamkan mata sejenak. "Tentu saja tidak, Ay!" lanjut Rania. Spontan Kenan memeluk Rania. "Terima kasih, Sayang."Rania terkekeh-kekeh. "Aku tidak suka warna pink. Jadi, tidak mungkin juga aku minta kamu pake baju itu, Ay."Kenan tersenyum tipis. Seingat dirinya, orang hamil biasanya akan menyukai apa yang sebelumnya ia tidak sukai. Oleh karena itu, Kenan segera menuntun Rania menjauh dari tempat kaos warna pink itu berada. Keputusan Kenan sangat tepat. Karena Rania kepincut kemeja warna hitam yang menurutnya model itu Kenan belum punya. "Gimana, Ay? Cocok, kan?" "Iya, bagus!""Oke! Aku akan belikan untukmu.""Wah, jangan mau diporotin, Nak!" ujar seorang pria yang tak jauh dari mereka. Rania dan Kenan menoleh, kemudian saling memandang. Rania menatap pria itu. "Suka-suka saya, dong, Pak."Pria itu tersenyum sambil menghampiri. "Buka mata dan hatimu, Nak. Masa p
Última actualización : 2026-11-02 Leer más