Dua hari berlalu. Pagi itu hari terakhir Rania dan Kenan tinggal di rumah Husna. Ya, sepulang dari rumah sakit waktu lalu, Rania meminta menginap di rumah Husna. "Bunda, boleh aku tanya sesuatu?tanya Rania saat di dapur. "Tentu, Nak.""Berapa banyak papi Lim atau Kenan memberi kita modal di restoran?""Sebelum ayah meninggal, sebetulnya restoran sedang di ujung tanduk."Rania mengernyit. "Restoran kita tidak laku?"Husna menarik napas dalam-dalam. "Bukan. Setiap hari restoran ayah ramai pengunjung. Setiap harinya bahan baku selalu habis. Ayah selalu mengeluh, kalau modal bahan baku besarnya selalu sama, tapi kualitas barang semakin hari semakin jelek. Intinya, besar pasak daripada tiang."Rania terdiam dengan kening berkerut. Polanya sama dengan kejadian sekarang. "Ah, sudahlah, tidak usah dipikirkan. Yang penting sekarang, restoran kembali bangkit. Sekarang tidak ada masalah'kan, Nak?"Rania terhenyak. "Ah, tidak ada, Bu." Rania terpaksa berbohong. Husna menambahkan jika Kenan m
Terakhir Diperbarui : 2026-09-05 Baca selengkapnya