Rania menggeleng cepat, menepis segala rasa yang berkecamuk di dalam dada. "Ada apa?" tanya Kenan dengan dahi yang sedikit berkerut. Rania terhenyak. "Ah, ti-tidak apa-apa.""Perkenalkan ... ini Rania, istri saya," kata Kenan.Orang-orang di sana saling memandang, merasa tidak percaya. "Sayang, ini Pak Surya," lanjut Kenan, "beliau General Manager Produksi di sini."Rania tersenyum sambil mengangguk sambil menyambut jabatan tangan Surya dengan sopan."Selamat datang, Bu Rania.""Iya, Pak, terima kasih."Kenan yang berdiri di sampingnya hanya memerhatikan. Tatapannya turun sebentar pada tangan mereka, lalu kembali ke wajah Surya. Tidak ada ekspresi yang berubah, hanya rahangnya yang sedikit mengeras sesaat. Begitu jabat tangan itu selesai, Kenan berdiri lebih dekat dengan Rania. "Dan ini Ibu Resty, Sayang. Sekretaris Papi."Rania tersenyum lebar dan mengulurkan tangan terlebih dahulu. Resty membalas senyum dan menerima uluran tangan Rania. "Cantik sekali. Aku akan protes kepada T
Last Updated : 2026-09-12 Read more