Kenan mengganti mode panggilan menjadi vidio. "Malam, Bun?" sapa Kenan. "Malam, Nak. Oh, iya, Vino ada di bengkel, kan? Perasaan Bunda gak enak soalnya."Rania mengernyit. Tatapannya menyelidik ke arah Vino.Wanita itu mengambil alih ponsel dari tangan Kenan. Tangannya melambai menyapa sang Bunda. "Bunda!" seru Rania antusias. "Vino ada bersama kami di sini, Bun.""Oh, gak jadi lembur di bengkel? Syukurlah, kalau ada sama kalian."Rania melirik Vino dan Kanaya yang ternyata sedang menunduk. "Iya, Bunda. Ini juga kebetulan, Bun. Kami bertemu di mall," terang Rania, sambil menatap tajam adiknya. "Oh, iya, Bunda mau aku jemput? Kita makan malam bareng.""Tidak, Nak. Lain kali saja."Rania dan Husna lanjut berbincang sampai akhirnya Husna memutus sambungan. "Mbak?" sapa Vino. "Kita makan dulu, Mbak laper," kata Rania tanpa menoleh. Ia fokus pada menu makan malam yang sudah terhidang. Rania menyuap nasi. Ia menikmatinya tanpa menoleh pada siapapun. Setelah sekian menit berlalu, wan
Last Updated : 2026-09-22 Read more