Dua bulan berlalu. Pagi-pagi sekali Rania sudah berkutat di dapur. Pagi itu ia memasak masakan spesial untuk Kenan. Mulai dari capcay seafood, iga bakar, dan sayur bayam bening. Setelah semua terhidang di meja makan, Rania segera mandi. Dua puluh menit berlalu. Rania sudah tampil lebih segar dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya. Melihat Kenan yang masih mengulat di balik selimut, Rania segera menghampiri. Entah, Rania sendiri merasa bingung, pria itu selalu bermalas-malasan untuk bangun setelah kebutuhan biologisnya terpenuhi. "Ken, bangun!" Rania menepuk-nepuk pipi suaminya. "Hem!" Pria itu hanya menggumam saja sambil membenarkan posisi tidurnya. Beberapa menit Rania terdiam sambil memperhatikan Kenan. Tak kunjung bangun, akhirnya Rania mengeluarkan jurus saktinya. "Kalau begitu aku mau jalan sama Danu. Bye!"Rania bangkit dari duduknya. Namun, seketika Kenan menarik tangannya. "Aaa ... Ken?!"Kenan membawa Rania ke dalam pelukannya. "Bilang apa barusan?!" tanya Kenan
Last Updated : 2026-09-20 Read more