Tanpa memberi kesempatan sedikit pun bagi Savana untuk merangkai kebohongan baru, Hanggara bertindak cepat. Pria itu menyusupkan satu tangannya ke balik lutut Savana dan tangan lainnya di pinggang, lalu dalam satu gerakan cepat dan bertenaga, ia mengangkat tubuh wanita itu dan menyampirkannya begitu saja di atas pundak tegapnya seperti membawa karung beras."Dokter! Astaga, Dokter Hanggara! Lepaskan!" jerit Savana terkejut bukan main. Pandangannya seketika terbalik, menatap punggung mantel tegap Hanggara dan aspal trotoar Paris yang berada tepat di bawah matanya. "Dokter, malu dilihat orang-orang! Turunkan saya!"Savana memukul-mukul punggung Hanggara dengan kepalan tangan kecilnya, namun pria itu sama sekali tak bergeming. Langkah kaki Hanggara tetap lebar, tegap, dan penuh dominasi menyusuri trotoar kembali menuju hotel mereka."Dokter, mau dibawa ke mana saya?!" cecar Savana lagi dengan napas memburu, panik melanda seluruh dadanya."Kembali ke hotel," jawab Hanggara singkat, nada s
Last Updated : 2026-09-05 Read more