Setelah beristirahat sejenak untuk menetralkan detak jantung yang berdebar liar, Savana dan Hanggara mulai membenarkan pakaian mereka masing-masing. Savana merapikan kancing seragamnya yang sempat terlepas dengan jemari yang masih sedikit gemetar, membetulkan rok serta tatanan rambutnya yang berantakan.Ia menoleh ke arah jendela, melihat rona jingga di ufuk barat yang kian memudar berganti remang petang. "Dokter, ayo kita kembali ke kota sekarang. Saya takut kemalaman, ini sudah hampir sore menjelang malam," ajak Savana halus, menyuarakan rasa cemas yang mulai hinggap di dadanya.Hanggara mengangguk setuju. Tanpa banyak bicara, ia memindahkan posisinya kembali ke kursi pengemudi, sementara Savana duduk di kursi penumpang di sebelahnya. Hanggara memutar kunci kontak, menghidupkan mesin mobil mewahnya yang menggelegar halus. Namun, ketika ia memindahkan tuas transmisi dan menginjak pedal gas untuk melaju, roda belakang mobil justru berputar liar di tempat. Bunyi deruman mesin terdengar
Last Updated : 2026-08-13 Read more