Hanggara tersenyum miring menyaksikan kehebohan yang memenuhi udara auditorium. Tanpa mengalihkan tatapannya dari sosok wanita yang kini menjadi pusat perhatian seluruh ruangan, sang Direktur Utama mendekatkan kembali bibirnya ke mikrofon."Savana, kemarilah. Naiklah ke panggung," panggil Hanggara halus namun bernada perintah mutlak yang tak membiarkan penolakan.Savana membeku di tempatnya, dadanya berdebar begitu kencang hingga rasanya sukar bernapas. Wajahnya memanas, merona merah akibat rasa malu dan canggung yang luar biasa saat ratusan pasang mata menatapnya dengan berbagai bentuk ekspresi, terkejut, tidak percaya, hingga iri.Valerie di sampingnya menyenggol lengan Savana pelan, membisikkan dorongan semangat dengan mata berbinar-binar.Dengan langkah ragu dan agak gemetar, Savana mulai berjalan membelah kerumunan staf kebersihan. Ia menunduk tipis, melangkah menyusuri tangga panggung utama. Setiap pijakan terasa begitu berat, namun begitu ia menginjakkan kaki di atas panggung,
最終更新日 : 2026-10-05 続きを読む