"Gio, kamu terluka?" Vanya mengangkat kedua tangannya, memegang wajah Gio pelan. Jemarinya membalikkan wajah pria itu ke kanan dan ke kiri, menelusuri lebam di sudut bibir hingga pelipisnya. Gio hanya menatap manik mata Vanya dengan senyum tipis. "Syukurlah... kamu selamat." Tubuhnya tiba-tiba limbung ke arah Vanya. Ia membeku saat napas hangat pria itu menyapu lehernya, sementara bobot tubuh yang terus bertumpu di bahunya terasa semakin berat. "Gio? Ja-jangan peluk aku di sini, kamu berat." "Kak." Suara seorang kurir membuat Vanya menoleh. "Kayaknya... cowoknya pingsan." "Eh?" Vanya membelalak. Pipi putihnya seketika memerah. "Gimana? Dia pingsan?" Kurir itu segera meletakkan paket di teras, lalu meraih salah satu lengan Gio dan merangkulkan ke bahunya. Bobot tubuh pria itu membuat langkah mereka sedikit goyah, sementara Vanya refleks menopang sisi tubuh Gio yang lain. Dengan napas tertahan, k
آخر تحديث : 2026-08-08 اقرأ المزيد