“Vanya itu orang yang luar biasa, Bu. Dia terlihat pendiam, kadang terlihat rapuh dan lembut tapi sebenarnya hatinya sangat kuat,” jawab Gio.Vanya meletakkan apel yang sudah dikupas di atas piring. Pisau kecil di tangannya bergerak membelah buah itu menjadi beberapa bagian, lalu memotongnya lagi hingga membentuk dadu-dadu kecil. “Dia sabar sekali, selalu memikirkan orang lain dulu sebelum dirinya sendiri, bahkan kadang lupa kalau dia juga butuh diperhatikan,” lanjut Gio.Gio tersenyum kecil. Ia menautkan jari-jarinya di antara jemari gadis itu. Genggamannya mengerat sedikit.“Dan saya berjanji selama saya masih bernapas, saya akan menjaga dia, mendengarkan dia, dan tidak akan membiarkan dia merasa sendirian lagi apapun yang terjadi.”Ibu melirik potongan apel di pangkuan Vanya. “Van, kamu motong apel apa kentang si?”Gio tertawa. “Maklum Bu, selama di rumah dia nggak pernah ke dapur.”Gadis itu menyengir lebar, memperlihatkan deretan giginya. Ia menyandarkan kepalanya ke perut Gio.
آخر تحديث : 2026-08-25 اقرأ المزيد