Asha membuka matanya pelan, menangkap sinar matahari pagi yang menyelinap masuk melalui celah tirai. Ia berkedip beberapa kali sebelum menoleh ke kasur di seberang. Dan ternyata kosong. "Kak Angkasa gak pulang ya semalaman?" gumamnya, menatap kasur tersebut selama beberapa detik. Entah kenapa pikirannya sedikit terusik. Mungkinkah Angkasa bersama perempuannya yang lain? Atau membantu Della lagi? Asha menghela napas lalu segera menggelengkan kepala dan turun dari tempat tidur. Daripada terus memikirkan Angkasa, Asha melakukan berbagai kegiatan, mulai dari merapikan kamar, menyapu dan mengepel lantai unit d lalu menyiapkan sarapan sederhana berupa semangkuk sereal dan susu. Tubuh gadis itu terasa lebih lemas, mungkin karena hari kedua menstruasinya. Semalam, sebelum tidur, ia baru menyadari bahwa siklus bulanannya datang. Saat perkuliahan berlangsung, Asha beberapa kali melirik ponselnya untuk mengecek pesan dari Angkasa. Namun, sampai detik ini, tidak ada kabar dari pria itu. P
Last Updated : 2026-09-23 Read more