Aiden kembali kurang dari dua menit kemudian."Nggak ada siapa-siapa," katanya. "Ayo naik."Aku mengikutinya.Apartemen itu terlihat hampir seperti biasa. Itulah hal pertama yang kusadari. Tidak ada tanda-tanda pembobolan. Tidak ada ruangan yang berantakan dengan barang-barang berserakan atau laci-laci yang isinya ditumpahkan ke lantai.Semuanya masih berada di tempatnya, seolah orang yang masuk ke sini sudah berusaha mati-matian menghapus setiap jejak keberadaannya.Namun, usahanya belum cukup. Aku bisa mengetahuinya karena aku hafal setiap sudut di tempat ini.Laci serbaguna di dapur, tempatku menyimpan menu makanan pesan antar, gunting, dan segala macam barang kecil yang tidak punya tempat khusus, memang masih tertutup. Namun, ujung sebuah amplop menyembul keluar. Aku tidak pernah menutup laci kalau ada kertas yang terselip di dalamnya.Map dokumen di atas meja konsol dekat pintu masuk, tempatku menyimpan dokumen penting, tagihan, perjanjian hak asuh Lucy, dan formulir sekolahnya, j
Read more