"Itu cara berpikir yang bagus," kataku.Dia terus membicarakan warna cat kuku sepanjang perjalanan menuju mobil. Pilihannya sudah mengerucut menjadi dua warna dan dia menjelaskan keunggulan masing-masing seolah sedang menyampaikan argumennya kepada hakim netral yang nantinya akan mengambil keputusan akhir.Aku mendengarkannya sambil membawa kantong-kantong belanja, merasakan sesuatu yang aneh perlahan menetap di dalam dadaku.Perasaan itu bukan kesedihan, bukan pula ketakutan. Tidak bisa dibilang nyaman, tetapi juga bukan perasaan yang tidak menyenangkan.Malam itu, kami membereskan barang belanjaan, melipat selimut, mencoba dan menyetujui lampu tidur pilihannya, makan malam, mandi, dan bernegosiasi tentang berapa bab yang akan kami baca sebelum tidur. Kemudian, Lucy duduk di ujung tempat tidurku dengan mengenakan piama sementara aku melipat pakaian.Dia memperhatikanku melipat salah satu bajuku."Mama baik-baik saja?" tanyanya.Aku mendongak menatapnya. "Kenapa kamu nanya begitu?""Ka
Read more