“Siapa pun yang mengambil foto ini di Bali... mereka tidak cuma mengincar Arjuna,” gumam Senopati pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri. “Mereka tahu Jingga adalah titik lemah Arjuna sekarang. Mengaburkan wajah Jingga di internet bukan untuk melindunginya, Saras. Itu adalah ancaman terselubung untuk kita. Mereka sedang memegang kartu as, menunggu moment yang tepat untuk mengekspos Jingga saat kita lengah.”Saras menahan napas, menutup mulutnya dengan telapak tangan. “M-maksud Mas... ini teror?”Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Senopati langsung menyambar ponsel pribadinya di meja dan menggeser layar dengan cepat, memanggil nomor Arjuna. Naasnya, nomor Arjuna tidak aktif. Hanya terdengar bunyi tut, tut, tutMelihat tidak ada sambungan telepon, Saras melangkah maju. “Telepon Wira saja! Bukankah mereka baru landing kan? Mereka pasti lagi istirahat di rumah.”Tanpa membuang tempo, Senopati langsung menghubungi Wira.“Wira,” ucap Senopati dingin begitu sambungan telepon terh
Terakhir Diperbarui : 2026-09-08 Baca selengkapnya