Dengan satu lambaian tangan, Arjuna memberi isyarat. Kilatan matanya menyapu seluruh ruangan, hingga akhirnya berhenti tepat di wajah Chandra yang berdiri kaku di barisan belakang. “Istri saya adalah prioritas tertinggi dalam hidup saya,” lanjut Arjuna, suaranya terdengar amat dalam, bernada mengancam. “Dunia bisnis ini penuh dengan intrik beracun, rumor murahan, dan ancaman dari orang-orang yang frustrasi karena kalah bersaing. Saya tidak akan pernah membiarkan privasi istri saya diseret ke dalam pusaran media ini.” Arjuna maju setengah langkah, menekan podium dengan kedua tangannya. “Kalian tidak perlu mengenalnya. Yang perlu publik dan para pemegang saham ketahui adalah dia adalah istri sah saya. Dan siapa pun, saya tegaskan, siapa pun yang mencoba mengusik, mencemarkan nama baiknya, atau mengganggu k
Terakhir Diperbarui : 2026-09-16 Baca selengkapnya