“Bintang! Kamu mau bikin kita mati muda, ya?!” amuk Karina seraya memukul kepala Bintang menggunakan kipas angin mini berbentuk Hello Kitty.“Aww! Sakit, Rin! Jangan pukul kepala gue, dong! Kalau gue gegar otak terus amnesia, elo mau tanggung jawab ke bokap gue? Gue kan anak tunggal!” oceh Bintang tak mau kalah, memegangi kepalanya. “Lagian elo ngomongnya bikin kaget! Maksud elo Jingga udah married gitu?!”Karina mendadak membeku, mendapati delikan maut dari Jingga melalui cermin tengah.“I—iya lah! Suami kita bersama! Itu loh, Idol K-Pop!” sangkal Karina panik, berdalih asal.Bintang mendengus geli, memutar kemudinya kembali. “Elah, dasar! Cewek-cewek doyan amat ngehalu.”Jingga menghela napas lega. Setidaknya, keresean dua sahabatnya ini berhasil menghibur dadanya yang sempat sesak. Namun, di tengah tawa pelan itu, bayangan wajah tegas Arjuna mendadak melintas di pikirannya.Jingga mengerjap, menepuk pipinya pelan. Kenapa gue malah nginget pria dingin itu, sih?“Kenapa, Gia? Kamu pu
Last Updated : 2026-08-21 Read more