بيت / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 24 Telepon Siapa? 

مشاركة

Bab 24 Telepon Siapa? 

مؤلف: Cynta
last update تاريخ النشر: 2026-07-31 17:01:45

‘​Malam nanti di apartemen, kamu harus siap menerima yang sebenarnya.’

Kalimat Zacky yang berbisik serak di telinganya, seperti sengatan listrik yang langsung menyetrum kesadarannya..

​"P-Pak Zacky... Saya.. Saya nggak mau!" cicit Thalia panik.

​Napasnya masih memburu, dadanya naik turun tak beraturan. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, kedua tangan kecil Thalia berusaha keras mendorong dada bidang Zacky.

Namun, tubuh di depannya hanya bergeming, t
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 87 Ketahuan.. 

    ​"Lepasin! Arjuna, jangan ambil ponselku!" jerit Thalia histeris saat tubuhnya ditarik paksa. ​Arjuna melihat layar ponsel Thalia yang baru saja mengirimkan titik lokasi terkini ke kontak 'Pak Zacky'. ​"Beraninya kamu kirim lokasi ke Pak Zacky itu!" bentak Arjuna dengan tatapan tajam penuh amarah. PRAAKKK..! ​Arjuna melemparkan ponsel milik Thalia ke luar jendela mobil, menghantam aspal jalanan hingga hancur berkeping-keping dan mati total. ​"Gak ada yang bisa menyelamatkanmu malam ini, Thalia! Tidak ada!" desis Arjuna dingin, mencengkram rahang Thalia hingga gadis itu meringis kesakitan. ​"A-Arjuna... Sakit! Lepasin!" rintih Thalia serak, air matanya menetes deras membasahi jemari Arjuna yang mencengkeram kuat rahangnya. ​"Sakit?!" kekeh Arjuna sinis, memiringkan kepalanya dengan tatapan mengerikan. "Ini belum seberapa dibanding rasa sakit dan malu yang harus aku

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 86 Mencari Cela Menyelamatkan Diri

    "Sshhh.. Eummmhh..." Thalia mengeluh pelan saat kesadarannya perlahan terkumpul kembali. ​Kepalanya terasa sangat berat, pandangannya masih berbayang, dan aroma zat kimia yang menyengat masih menempel samar di indra penciumannya. Saat ia mencoba menggerakkan tangannya, ia merasakan pergelangan tangannya terikat di belakang punggungnya. Kakinya juga terikat rapat dengan tali plastik yang menekan kulitnya hingga perih. Thalia mencoba menenangkan debaran jantungnya yang terasa takut, cemas dan panik. Gadis itu tetap berpura-pura masih terkulai lemah dengan mata memejam, membiarkan kepalanya tersandar di pintu mobil. Namun dalam pikiran gadis itu berputar cepat mencari celah menyelamatkan diri. ​'Aku gak boleh menyerah... Aku harus bisa keluar dari sini! Zacky pasti sedang mencariku...' batin Thalia menahan tangis. ​Dengan perlahan dan sangat hati-hati, Thalia meraba saku

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 85 Melacak Jejak Thalia

    ​Thalia tersentak kaget, langkah kakinya seketika terhenti kaku saat suara berat yang sangat dibenci mendadak terdengar memecah keheningan lobby. Matanya membelalak lebar melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya dengan pakaian serba hitam dan raut wajah penuh dendam. ​"A-Arjuna...?!" jerit Thalia tertahan, wajahnya seketika pucat pasi melihat sosok pria itu. ‘​Bagaimana mungkin Arjuna bisa berada di sini?! Bukankah dia seharusnya masih ditahan di kantor polisi atas laporan dari tim hukum Zacky?!’ batinnya mulai gelisah. ​Arjuna menyunggingkan senyum miring yang begitu mengerikan, melangkah maju mengikis jarak di antara mereka. ​"Kenapa? Kaget melihatku bebas, hah?!" desis Arjuna penuh amarah yang tertahan. "Kamu pikir Pak Zacky bisa mengurungku selamanya di penjara, Thalia?!" ​"K-kamu... Bagaimana bisa kamu keluar?!" cicit Thalia panik setengah mati, kakinya melangkah mun

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 84 Ada yang Tidak Beres.. 

    ‘Ya sudahlah, Thalia.. Mungkin Zacky sedang sibuk saat ini. Bukankah selama ini kamu gak pernah mau bergantung pada siapapun?! Sekarang kamu hanya bisa mengandalkan dirimu sendiri..’ Thalia menghela nafas panjang sambil menyimpan ponsel dalam tasnya. Ia mencari taxi walaupun masih bingung kemana arah tujuannya saat ini.. Sementara Zacky masih sibuk dengan gadis yang dijemput di bandara, menanggapi rengekan manjanya. ​"Cukup Sabrina, jangan manja dan banyak bertingkah," sahut Zacky datar. Pria itu meraih koper besar milik Sabrina dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. ​Sabrina melirik ke dalam mobil dengan mata berbinar penasaran. "Eh? Kak Zacky kesini sendirian? Mana asisten pribadi baru yang katanya imut dan heboh diomongin kantor itu? Siapa namanya tuh... Thalia ya?! Dia mau jadi saingan ku?!" ​Mendengar nama Thalia disebut, raut wajah Zacky seketika berubah lebih serius.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 83 Merasa Sendiri

    “Gak mau! Thalia tidak akan menikah dengan Arjuna sampai kapanpun, Pa! Thalia kecewa sama Papa..” ​Kata-kata ancaman Felix menjadi pukulan terakhir yang menghancurkan seluruh pertahanan Thalia. Gadis itu menyambar tas kerjanya di atas meja dengan jari tangan gemetar, lalu berbalik berlari keluar dari rumah tersebut tanpa menoleh lagi ke belakang. ​"Thalia! Kembali kamu! Thalia!" teriakan Felix menggema di ruang tamu, namun Thalia terus berlari menembus halaman rumah dengan isak tangis yang pecah. ​Thalia berlari menyusuri jalanan kompleks yang sepi, air matanya menetes tanpa henti membasahi kemeja kerjanya. Tungkai kakinya terasa begitu lemas hingga ia hampir tersandung di pinggir jalan utama. ​Gadis itu terduduk di bangku halte bus yang sepi, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis sejadi-jadinya. Ia merasa dunia begitu kejam padanya. Tempat yang seharusn

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 82 Kebenaran yang Menyakitkan

    ​Thalia membelalakkan matanya karena terkejut dengan reaksi Papanya yang justru menamparnya, ia memegangi dadanya yang terasa sesak luar biasa. "P-Papa... Thalia tidak berbohong! Thalia berani bersumpah, kalau Thalia tidak mengarang cerita! Arjuna memang sejahat itu sama Thalia, Pa!"​"Papa tidak percaya!" teriak Felix tanpa rasa iba sedikitpun melihat tangisan putrinya. "Arjuna itu anak dari teman lama Papa! Dari dulu dia sangat sopan, bertanggung jawab, dan sangat mencintaimu! Mana mungkin dia melakukan hal sekeji itu padamu, Thalia?!"​"Tapi itu kenyataannya, Pa!" pangkas Thalia penuh rasa kesal."Kenapa Papa justru lebih percaya sama Arjuna dibanding anak kandung Papa sendiri?!"​"Karena kamu sudah terbuai rayuan CEO baru itu, Thalia!" seru Felix dengan suara menggelegar di ruang tamu. "Kamu pasti sengaja menjebak Arjuna agar kamu bisa bebas berhubungan dengan Pak Zacky yang kaya raya itu, kan?! Kamu men

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status