Beranda / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 40 Malam Panas Kedua

Share

Bab 40 Malam Panas Kedua

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 17:02:52

​"Z-Zacky..." desah Thalia, wajahnya merona merah padam, tangannya menutupi dadanya dengan kedua lengan karena malu.

"J-jangan lihat seperti itu..."

​Zacky tersenyum tipis membuat wajahnya semakin terlihat tampan dan semakin meresahkan jantung Thalia.

Tangan pria itu terulur lembut menarik kedua tangan Thalia, menyatukan jemari mereka dan menautkannya di atas kepala ranjang.

​"Kenapa harus disembunyikan, Thalia?" bisik Zacky rendah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Cynta
Nanti karakter dia akan berubah kak, sabar ya.. Dia kan sedikit trauma sama Arjuna.. 🫠 Makasih kak udah sempatkan waktu buat kasih komentar.. 🫶
goodnovel comment avatar
suka dokyeom
sesak mulu Thalia... thor, buatlah karakter Thalia agak sedikit tegas dan realistis tapi ada malu2 khas perempuan. jgn jd cewek muna gitu. kan aneh, mau tapi abis ngelakuin, dia nyesek.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 210 Jejak yang Terkuak

    ​Thalia memeluk kedua lututnya di atas ranjang, menangis terisak-isak dalam keheningan kamar yang dingin. ​"Zacky... Kamu di mana...?" bisik Thalia dalam tangisnya yang memilukan. ​"Tolong aku, Zacky... Arjuna mau bawa aku pergi malam ini... Tolong selamatkan aku..." ** Zacky kembali ke dalam ruang kerja setelah tidak menemukan apapun di beberapa titik yang ia curigai. ​Suasana ruangan itu penuh aura kemarahan Zacky, ia berdiri kaku di depan jendela kaca besar, memperhatikan langit yang semakin gelap. Cklek..! ​Pintu ruangan itu kembali terdorong, terbuka perlahan. Ivan masuk dengan wajah penuh peluh dan napas terengah-engah. Di tangannya, masih memegang sebuah tablet digital. ​"Pak Zacky! Kami berhasil menemukannya!" seru Ivan penuh nada kemenangan. ​Zacky seketika berbalik cepat, matanya yang tajam berkilat mematikan. "Di mana tempatnya?!" ​"Tim siber baru saja berhasil membobol data penerbangan tak terdaftar di bandara lama pinggiran kota, Pak!" pangkas Ivan cepat seray

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 209 Rasa Kecewa

    Di dalam kamar, Thalia menghela nafas lega saat melihat bukan Arjuna yang masuk, melainkan Felix Effendy. Papanya melangkah masuk dengan wajah yang sangat tegang dan cemas.​"Papa..." desis Thalia dingin, menatap papanya dengan pandangan terluka dan penuh kekecewaan.​"Kenapa Papa masih ada di sini? Kenapa Papa gak biarkan aku mati saja sekalian daripada harus terkurung sama pria psikopat itu?!"​"Thalia, tolong jangan bicara seperti itu..." ringis Felix seraya mendekati tempat tidur.​"Papa baru saja bicara sama Arjuna di luar. Dia... Dia benar-benar berniat membawa kamu ke luar negeri malam ini juga!"​"Apa?!" pekik Thalia membelalak tak percaya.​"Ke luar negeri?!"​"Iya, Thalia!" pangkas Felix panik, tangannya memegang tepi ranjang.​"Dia sudah menyiapkan jet pribadi di bandara lama pinggiran kota! Dia mau membawa kamu dan Papa pergi malam ini juga setelah berkas dokumen kalian selesai!"​"Gak! Aku gak mau pergi!" jerit Thalia histeris, air matanya menetes kembali.​"Papa tega ban

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 208 Situasi yang Berbeda

    Sore itu cahaya matahari mulai meredup saat Thalia perlahan-lahan membuka matanya kembali.​Rasa pusing luar biasa terasa menyiksa dikepalanya. Hidungnya terasa perih dan tenggorokannya sangat kering.​"Eunngghh..." Thalia meringis pelan, memegangi kepalanya yang berdenyut kencang.​Ia menyadari dirinya kini berbaring di atas tempat tidur empuk dengan selimut tipis menyelimuti tubuhnya hingga dada.​Thalia dengan cepat memeriksa keadaan dirinya sendiri di balik selimut. Pakaian kerjanya masih utuh, meski kancing kemeja teratasnya sedikit terbuka dan rasa basah yang aneh.​"Arjuna..." cicit Thalia panik, dadanya naik-turun dipenuhi rasa ketakutan yang kembali ia rasakan.​Gadis itu segera terduduk tegak di atas kasur, pandangannya memperhatikan sekeliling ruangan yang sunyi.​Tidak ada sosok Arjuna di dalam kamar, hanya terdapat nampan berisi segelas air dan roti di atas nakas samping ranjangnya. ​Cklek!​Pintu kamar terbuka. Thalia tersentak kaget dan refleks menarik selimutnya rapat

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 207 Penolakan yang Sia-sia

    ​Thalia menepis tangan Arjuna dengan sangat keras hingga menimbulkan suara pukulan nyaring di dalam ruangan itu. ​"Jangan pernah berani menyentuhku aku dengan tangan kotormu itu, Arjuna!" pekik Thalia penuh amarah.​Arjuna meringis pelan, melihat punggung tangannya yang memerah akibat tepisan Thalia. Bukannya marah, pria itu justru terkekeh sinis. Matanya berkilat dipenuhi hasrat gairah yang berbahaya.​"Kamu makin berani ya sekarang, Thalia..." cicit Arjuna seraya mengusap tangannya sendiri. "Apa ini karena si Zacky itu? Jadi kamu merasa punya pelindung, hmm?"​"Zacky jauh lebih terhormat dari kamu!" tegas Thalia tanpa ragu, dadanya naik-turun menahan emosi. "Dia pria sejati yang menghargaiku! Gak kayak kamu yang cuma bisa mengancam, memeras, dan membikin hidup orang lain hancur!"​Mendengar nama Zacky disebut dengan penuh kebanggaan oleh bibir Thalia, raut wajah Arjuna seketika berubah gelap. Wajah tampannya mengeras kaku, kilatan kemarahan murni terpancar jelas dari manik matan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 206 Dia Datang.. 

    ​Thalia terus berjalan bolak-balik di atas lantai marmer yang dingin, mencoba memikirkan cara untuk kabur dari ruangan itu. Matanya memperhatikan setiap sudut kamar, mencari jendela yang bisa dibuka atau benda tumpul apa pun yang bisa dijadikan senjata untuk membela diri. ​"Gak ada celah... Jendela ini memakai gratis besi," cicit Thalia putus asa sambil mendorong-dorong bingkai kaca tebal di sudut kamar. ​"Thalia, duduklah... Jangan buat dirimu semakin lelah," ujar Felix yang masih bersandar lemas di sofa. ​"Gimana aku bisa tenang, Pa?! Kita ini—" ​KLEK. ​Ucapan Thalia terhenti seketika. Suara engsel pintu yang terdengar terbuka perlahan membuat tubuh gadis itu membeku kaku di tempatnya. ​Jantung Thalia berdebar kencang melebihi batas normal. Matanya membelalak lebar saat menyaksikan daun pintu kayu tebal itu terbuka lebar dari luar. ​Sosok pria tinggi berjas gelap melangkah masuk dengan santai. Senyuman miring terukir di wajah tampannya, sebuah senyuman yang sangat dikenal T

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 205 Jejak yang Terputus

    Thalia ​bergeming sesaat, ia tidak peduli dengan ucapan Felix, berusaha memutar otak untuk menghubungi Zacky. Jari tangannya bergerak meraba-raba area lehernya karena merasa panik dan gelisah, tapi ada sesuatu yang lain, lehernya terasa kosong. “Liontin pemberian Zacky kemana?!” liriknya. Tak ada lagi sensasi dingin dari liontin berlian yang biasa melingkar manis di lehernya. Jam tangan yang selalu membalut pergelangan tangan kirinya pun lenyap tanpa bekas. “Liontin ku gak ada, jamku juga.. Dan.. Ponselku..! Dimana ponselku?! Aku harus menelpon Zacky! Dia pasti bisa melacak ku..” gumam Thalia semakin panik. Gadis itu menggeledah saku kemeja putih dan rok span hitamnya dengan napas terengah-engah. Kosong.. ​"Pa! Di mana ponsel dan barang-barang Thalia?!" tanya Thalia sambil menatap Felix dengan raut wajah menuntut. "Tas, kalung, jam tangan, pons

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status