Nasya menelan salivanya ketika pertanyaan itu terlontar. Saat ini, Axel sedang membawa belanjaannya. Bukankah tidak pantas seorang atasan membawakan barang bawahannya? Bagaimana jika sampai ketahuan hubungan mereka. “Aku membantu Nasya. Kebetulan dia baru pindah, dan tidak ada yang membantunya membawa barang.” Suara Axel terdengar tenang. Jika urusan ketenangan, Axel memang jagonya. Nasya tidak perlu meragukan hal itu. Lagi pula, Axel pasti punya jawaban tepat untuk diberikan. Andre mengangguk, seolah mengerti penjelasan Axel. Tepat saat itu juga lift terbuka, mereka semua segera masuk ke lift. Nasya berdiri di antara Axel dan juga Andre. “Lantai lima ‘kan?” Andre menatap Nasya sebelum memencet tombol angka lift. “Iya, Pak.” Nasya mengangguk dan membubuhi senyuman di wajahnya. Axel melirik tajam. Wajahnya tampak kesal sekali. “Sya, kalau butuh apa-apa, kamu bisa cari aku. Kita ‘kan tetangga sekarang.” Andre menoleh ke arah Nasya yang berada di sampingnya. “Baik, Pak Andre.”
Last Updated : 2026-09-29 Read more