“Ini kan ruanganku, Sayang. Tidak akan ada yang mendengar.”“Takutnya kamu keceplosan pas di luar ruangan.”“Nggak akan,” jawab Gavin sambil tersenyum.Karin menikmati makanannya. Ia tampak begitu lahap, sedangkan Gavin hanya melihatnya tanpa berkedip.Gadis itu terlihat begitu cantik. Ia selalu berusaha tersenyum, selalu berusaha menyenangkan orang lain. Bahkan, ia menutupi kesedihannya demi melihat orang lain tersenyum.“Enak?” tanya Gavin.“Eh, ya ampun. Maaf, aku lupa menawarkan kamu. Ini enak. Makasih, ya,” jawab Karin dengan wajah memerah karena malu.“Nggak apa-apa, Sayang. Itu memang untuk kamu.”“Kamu nggak makan lagi?”Gavin menggelengkan kepalanya. “Enggak. Aku cuma mau menemani kamu makan aja.”“Aku suapin, ya,” ucap Karin yang langsung menyodorkan sendoknya pada Gavin. Mau tidak mau, lelaki itu akhirnya membuka mulutnya.Hidup seperti itu benar-benar membuat Gavin bahagia. Meskipun kadang Karin seperti anak-anak, tetapi ia lebih dewasa daripada umurnya.Hari ini pekerjaan
Last Updated : 2026-09-23 Read more