“Boleh, nanti Mama buatin. Tapi untuk sekarang kamu makan dulu. Ini masih hangat sup yang sudah dibuat Bi Murni, ya, biar cepat sembuh,” ujar Karin.Gavin mendekat. Hatinya menghangat begitu melihat Keenan yang sudah tenang bersama Karin.“Nggak mau, Mama.”Karin menatap Keenan lekat, kemudian mencubit pipi kanannya dengan lembut. “Sayang, ini yang dimasak Bi Murni ada vitamin, protein, dan lengkap. Ini biar kamu cepat sembuh. Nanti setelah kamu makan ini, Mama akan buatin jamur crispy-nya.”Akhirnya, Keenan menganggukkan kepalanya. Ia menurut dengan mudah, bahkan tampak menikmati makanannya begitu lahap saat Karin menyuapinya.“Non, ini obatnya,” ujar Bi Murni memberikan satu botol sirup untuk penurun panas.Karin menganggukkan kepalanya. “Untung ada obat di rumah.”“Enggak, ini obatnya baru dikirimkan dokter yang tadi ditelepon oleh Tuan Gavin,” jawab Bi Murni.Ternyata saat tahu Keenan demam, Gavin langsung menelepon dokter pribadi mereka dan meminta untuk dikirimkan obat.Biasanya
Last Updated : 2026-09-27 Read more