分享

Bab 80

作者: Aray Fu
last update publish date: 2026-09-21 21:31:40

“Jangan,” ucap Karin dengan cepat.

Gavin membulatkan matanya mendengar larangan dari Karin. “Apakah kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku?” tanya Gavin.

“Ini bukan tentang perasaan, tapi ini untuk menyelamatkan kamu.”

Gavin tidak menjawab. Ia paham dengan apa yang Karin katakan, sebab waktu itu Karin pernah mengatakan alasannya tidak ingin Gavin kenal dengan keluarganya.

Karin tidak mau Gavin dimanfaatkan. Ia tahu bagaimana ibu tirinya itu. Wanita tersebut tidak memiliki rasa malu.

“Ta
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 82

    “Baiklah, kalau begitu aku akan menjemput Bapak,” ucap Karin.“Mau jemput ke mana? Bapak kamu sudah megap-megap, sok-sokan mau dijemput.”“Agar Bapak mendapat perawatan yang lebih bagus.”“Maksudnya kamu mau bawa Bapak kamu ke kota?”Suara ibu tirinya mulai merendah. Pasti ia berpikir kalau membawa ayahnya ke kota, ia pasti ikut.“Terserah aku mau bawa ke mana pun.”Tut!Saking kesalnya Karin pada ibu tirinya, ia mematikan panggilan itu dan langsung memblokir nomor ibu tirinya.“Ada apa?” tanya Gavin.“Wanita itu benar-benar membuat kesal. Dia marah karena aku hanya memberikan uang dua juta dan ingin meninggalkan Bapak sendirian. Namun, ketika aku mau menjemput Bapak, dia mulai bertingkah lagi.”“Jadi mau gimana?”“Aku akan meminta tolong pada saudara Bapak untuk melihat keadaan Bapak. Kalau memang dia tidak menjaganya, maka aku akan membawa Bapak ke kota.”Gavin menganggukkan kepalanya. Ia mengelus pundak Karin, memberikan ketenangan pada gadis itu.Ting!Tidak terasa, lift telah mem

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 80

    “Jangan,” ucap Karin dengan cepat.Gavin membulatkan matanya mendengar larangan dari Karin. “Apakah kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku?” tanya Gavin.“Ini bukan tentang perasaan, tapi ini untuk menyelamatkan kamu.”Gavin tidak menjawab. Ia paham dengan apa yang Karin katakan, sebab waktu itu Karin pernah mengatakan alasannya tidak ingin Gavin kenal dengan keluarganya.Karin tidak mau Gavin dimanfaatkan. Ia tahu bagaimana ibu tirinya itu. Wanita tersebut tidak memiliki rasa malu.“Tapi bagaimanapun juga sifat mereka, aku mencintai kamu, jadi aku menerima apapun sifat keluarga kamu,” ucap Gavin.“Kamu mungkin bisa menerima, bisa paham dengan sifat mereka, tapi lama-kelamaan kamu juga pasti akan merasa kesal. Dan yang bikin malunya, nanti mereka tidak segan-segan mengganggu keluarga kamu.”Gavin menatap Karin lama. Ia merasa betapa tersiksanya jiwa Karin selama ini.“Dulu keluarga Rio sampai memblokir semua kontak mereka karena ibu tiriku itu tidak memiliki rasa malu sedikitp

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 80

    Gavin menatap Karin cukup lama. “Apa kamu yakin seperti itu?” tanya Gavin.Karin menganggukkan kepalanya. “Iya, aku yakin. Cukup transfer uang untuk mereka makan saja. Nanti bayar rumah sakit baru akan di transfer belakangan.”“Kamu yakin nggak mau pulang? Bagaimanapun juga, yang sakit itu adalah ayah kamu.”“Tidak perlu. Aku benar-benar sudah muak. Rasanya pulang pun tetap akan diperas. Yang dia butuhkan adalah uang dan uang.”“Ayah kamu pasti ingin bertemu dengan kamu.”“Sejak dia menikah lagi, dia sudah melupakan kalau aku adalah anaknya. Jadi, dia tidak akan pernah merindukanku. Sama saja dengan istrinya, yang dia tahu hanya butuh uang saja.”Gavin menganggukkan kepalanya. Ia tahu ia tidak bisa memaksa Karin. Yang pasti, kalau gadis itu ingin pulang, ia siap mengantarkan.Gavin dan Karin berjalan menuju kamar. Karin akan bersiap untuk berangkat kerja, namun sebelumnya ia melangkah ke dapur.“Aku akan memasak sarapan sebentar. Kamu mau sarapan di sini atau pulang?” tanya Karin meno

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 79

    “Hah, sakit?” tanya Karin refleks.Karena sebenarnya Karin tidak harus bertanya seperti itu, namun dalam keadaan tiba-tiba dia pun bingung harus menanggapi seperti apa.“Iya, sakit dan sekarang masih di rumah sakit. Merepotkan sekali,” jawab ibu tirinya.Baru saja Karin akan membuka mulutnya untuk menjawab apa yang dikatakan oleh sang ibu tiri, wanita paruh baya di ujung telepon itu sudah melanjutkan kata-katanya.“Kirimkan uang sepuluh juta sekarang.”Karin membulatkan matanya mendengar permintaan sang ibu. Entah apa yang dipikirkan oleh ibu tirinya itu sehingga ia meminta Karin mengirimkan uang sebanyak sepuluh juta, padahal baru juga bulan lalu ia meminta uang puluhan juta pada Karin saat menebus Viko dari penjara.Apakah wanita itu berpikir kalau Karin di kota mencetak uang sehingga dengan begitu mudahnya mulutnya mengeluarkan permintaan uang sebesar itu?Sebelum Karin menjadi sekretaris Gavin, gaji Karin sendiri tidak sampai sepuluh juta.“Sepuluh juta? Bukankah baru masuk rumah

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 78

    "Eh, Bi Murni..." Karin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia seperti tertangkap basah. Bagaimana tidak? Ia berniat pergi pagi-pagi sekali jangan sampai ada yang menyadari kalau ia menginap di rumah Gavin. Ia malah bertemu dengan Bi Murni. "Aku mau pulang, Bi..." Bi Murni mengernyitkan keningnya mendengar kalau Karin sudah mau pulang, padahal ini masih sangat pagi. Beliau juga sepagi inibukan sengaja mau memergoki Karin, tapi beliau mau ke kamar Keenan. Bi Murni ingin mengecek majikan kecilnya itu, sekalian menyiapkan semua keperluan Keenan untuk hari ini. Kamar Keenan dan Gavin memang tidak berjauhan, jadi wajar kalau Bi Murni melewati kamar Gavin untuk menuju ke kamar Keenan. "Loh, kok sudah mau pulang? Ini masih gelap, Non. Sebaiknya sarapan dulu, Bibi juga sudah masak," jawab Bi Murni. Bi Murni begitu santai, wajahnya tampak biasa saja. Tidak ada tanda-tanda kecurigaan ataupun menatap Karin dengan aneh. Sepertinya, Bi Murni sudah tahu dan bisa menebak seperti apa hu

  • Ranjang Hangat Tuan Presdir   Bab 77

    "Ahhhh...."Tubuh Karin meremang dan menggelinjang hebat, aliran darahnya terasa panas mengalir keseluruh tubuh.Kamar itu begitu hening, hanya terdengar suara desahan dari bibir Karin. "Sayang, aku menginginkanmu," bisik Gavin."Aku juga..." Balas Karin.Ini adalah kali pertamanya bagi Karin dan Gavin berhubungan di rumah Gavin. Kamar Gavin yang sejuk dan di dominasi warna putih itu terasa panas.Bukan karena suhu panas, ruangan itu dilengkapi dengan pendingin ruangan. Melainkan karena panasnya pergumulan Karin dan Gavin.Perlahan tapi pasti, Gavin sudah berhasil melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh Karin dan dirinya. Hingga saat ini, keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun."Kamu sangat cantik," puji Gavin sembari menindih tubuh Karin dan terus meremas kedua dada Karin.Karin tidak menjawab, ia menggigit bibirnya, bahkan tubuhnya sampai melengkung saking tidak bisa menahan hasrat yang begitu membara.Gavin memang begitu pandai membuat Karin berhasrat. Tanga

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status