“Eh sayang, nggak apa-apa. Mama bisa sambil makan sambil nyuapin kamu, kok,” ujar Karin yang merasa kasihan melihat wajah Keenan.“Enggak, Mama. Aku mau makan sendiri aja. Nanti kalau aku tidak mandiri, Papa bilang nggak boleh lagi main sama Mama.”Karin menatap Gavin sambil menggelengkan kepalanya.“Kamu sudah sangat mandiri, sayang, dan Mama yang ingin nyuapin kamu. Ya udah, ayo sini, Mama suapin.”Keenan menoleh ke arah Gavin, seolah sedang meminta persetujuan dari sang ayah, dan setelah Gavin menganggukkan kepalanya, barulah ia menerima kembali suapan dari Karin.Tapi ia benar-benar hebat makan tanpa rewel. Bahkan, begitu cepat makanannya habis karena ia ingin melihat Karin makan juga.“Wah, makanan Keenan sudah habis. Keenan hebat,” puji Karin.Keenan tersenyum. Ia begitu bangga mendapat pujian dari Karin karena ia yakin kalau ia pintar seperti itu, maka Karin akan lebih sering bermain dengannya.“Ya udah, kalau Keenan sudah selesai makannya, Keenan kembali ke kamar atau menonton
Última atualização : 2026-09-13 Ler mais