Panggilan itu membuat Lana menoleh. April, perempuan tersebut mendekat. Lengkung tipis terbit di bibir Apri yang berpulas lipstik merah. Senyum yang sarat ejekan.Kerja di kantor gubernur boleh dandan semenor ini. Kalimat itu seketika terucap di hati Lana, merespon tampilan April. Padahal staf lain yang berdiri di sisi April, make up-nya biasa saja."Mbak April kenal dia?" Si staf buka suara. Matanya menilik penampilan sederhana Lana. Kemeja, celana panjang kain, flat shoes, sling bag. Cukup untuk menggambarkan siapa Lana."Oh, dia salah satu pelayan di kediaman Pratama. Ada apa kamu ke sini?"Mendengar kata pelayan, teman April menggut-manggut paham. Pantas saja, tampak miskin, pikir sang staf.Lana terdiam, sedang menimbang sesuatu. "Saya ingin mengantar ini. Saya temukan ini tadi. Siapa tahu penting."April merebut setengah paksa amplop yang dibawa Lana. Tunggu dulu, bukankah benda ini yang tadi ribut dicari Aro.Putri Arman Hartanto kembali mengulas senyum. "Baiklah, akan aku ber
Dernière mise à jour : 2026-08-27 Read More