"Ini apa?"Lana terperangah. Ketika pagi-pagi dia menerima sebuket kembang peony dari Radit."Aku ketemu kang kurir kembang. Katanya dikirim ke alamatmu. Ya sudah aku sekalian bawa. Ciee, dapat kembang tu, dari siapa. Kamu sudah punya gandengan baru. Siapa?"Rentetan pertanyaan Radit dijawab oleh ekspresi penuh tanya dari Lana."Gak ada pengirimnya. Tapi di sini tertulis jelas untuk Alana Pratama."Lana pandangi buket peony warna pink, putih dan kuning. Cinta, permintaan maaf juga kegembiraan. Kira-kira siapa pengirimnya. Apapun itu Lana lantas mendekapnya. Dia baru kali ini dapat bunga. Biasanya cuma Radit yang memberinya coklat.Radit pura-pura terkejut. "Berarti dia tahu kamu istrinya pak gubernur.""Hus, jangan ngaco kamu. Tidak ada yang tahu selain orang rumah. Selain itu aku tidak punya hak menyandang titel Pratama. Horor, Dit."Sang satpam terbahak. "Horor, tapi faktanya gelar itu milikmu. Bahkan April saja tidak bisa mendapatkannya sampai hari ini.""Ssstt, jaga bicaramu.""D
Dernière mise à jour : 2026-08-25 Read More