Lamunan Akira membunuh semua saraf dan semua indranya. Seakan di sana, dia hanya sendiri dengan harta yang berlimpah, uang yang memenuhi ruangan, serta kehidupan mewah yang selalu dia dambakan telah menjadi kenyataan.“Akira..Akira..HEI AKIRA!”“Eeeeh, maaf Tuan Doran,” sontak Akira kaget dari lamunannya.“Apakah kamu sudah mengerti dengan penjelasan ku?” Tanya Doran.“Eeh, iya aku mengerti,” Akira sedikit menggaruk kepalanya walaupun tidak merasa gatal.Lamunan Akira pun semakin menjadi-jadi. Dia bahkan tidak menggubris Doran yang berada di depannya.“1 Tembaga berarti 100 yen, 1 Perak berarti 1.000 Yen, 1 Emas berarti 10.000 Yen,” Akira terus bergumam di dalam hati tentang uang, uang dan uang.Hayalan Akira tentang uang sangat dalam, maklum, selain hanya pekerja biasa yang gajinya pas-pasan. Menjadi miliarder adalah impiannya sejak dia mengenal uang.“Jadi,” tiba-tiba suara itu memecah lamunan Akira.“Akira, bagaimana aku bisa mendapatkan makanan yang kamu bawa ini? Serta air kemasa
Last Updated : 2026-10-18 Read more