Napas kami berbaur di udara yang mendadak terasa terlalu tipis. Tubuhku masih menggantung di atas lantai, ditopang sepenuhnya oleh lengan kekar Sebastian yang melingkar erat di pinggang dan paha belakangku. Di balik kain velvet gaunku, aku bisa merasakan panas tubuhnya yang seakan ingin membakar habis seluruh kebohonganku.Mata obsidian Sebastian menatapku dengan intensitas yang melumpuhkan. Ciuman liar barusan tidak memadamkan amarahnya, ciuman itu justru menyiramkan bensin ke atas bara obsesinya."Kau pikir rayuan murahan ini bisa mengalihkan perhatianku, Friska?" bisik Sebastian parau. Ibu jarinya mengusap bibirku yang membengkak merah. Meski kata-katanya tajam, sentuhannya menyiratkan kepemilikan yang absolut."Itu bukan rayuan," balasku terengah-engah, memaksakan diri menatap lurus ke dalam matanya meski jantungku berdetak brutal. "Itu adalah kesepakatan, Sebastian. Kau sudah tahu siapa aku. Sekarang pertanyaannya, apa kau akan membuangku ke kandang serigala, atau kau akan membia
最終更新日 : 2026-09-20 続きを読む