Tak lama kemudian, sedan hitam milik Isyana memelankan lajunya dan berhenti tepat di depan gerbang sekolah swasta ternama tersebut. Beberapa petugas keamanan sekolah tampak sigap menyapa dan membukakan pintu mobil."Belajar yang rajin ya, Nak," ucap Isyana seraya mencium kedua pipi Abim dengan penuh kasih sayang."Iya, Ma! Daa Mama!" Abim melambaikan tangannya gembira, lalu berlari kecil membaur bersama teman-teman sebayanya masuk ke dalam area sekolah.Isyana menatap punggung kecil putranya hingga menghilang di balik koridor gedung sekolah. Senyuman di wajah cantiknya perlahan menyusut, berganti dengan pandangan dalam yang penuh pertimbangan. Ia menghela napas panjang, merapikan posisi duduknya di kursi belakang."Pak Jaja, langsung menuju kantor Pilar Corporation, ya," perintas Isyana tenang."Baik, Bu Isyana," sahut Pak Jaja seraya menginjak pedal gas, melajukan kendaraan membelah arus lalu lintas pagi kota yang mulai padat."Oh ya, jemput Abim satu jam dari jam pulang biasa." Isya
Last Updated : 2026-08-08 Read more