Cahaya matahari pagi menerobos tirai tipis kamar VIP lantai lima Arkana Medical Sanctuary. Kamar itu lebih mirip apartemen mewah bernuansa abu-abu dan kayu ek ketimbang ruang rawat inap rumah sakit.Isyana terbangun saat sayup-sayup mendengar celoteh ceria Abim dari arah ruang tamu luar. Kepalanya yang berdenyut hebat semalam kini terasa jauh lebih ringan. Ia beranjak dari ranjang king size yang empuk, melangkah ke kamar mandi marmer untuk membasuh muka dan mengambil wudu.Setelah mengenakan gamis katun panjang warna hijau zaitun dan melilitkan hijab instan senada, Isyana mendorong pintu kamar tidur.Di meja makan bundar ruang tengah, Abim sedang asyik melahap roti panggang isi keju. Friska duduk di seberangnya sambil menyeruput kopi hitam, membaca tablet kerja dengan kacamata berbingkai tipis."Mama sudah bangun!" seru Abim riang, mulutnya belepotan remah roti. "Tadi Om Linkin bawain sereal madu sama buah stroberi segar banyak banget, Ma!"Isyana tersenyum hangat, menghampiri Abim da
Última actualización : 2026-09-17 Leer más