Sejak tadi Senja menahan tawa karena melihat Arsen yang terus mengumpat kecil. Hampir saja mereka menikmati moment panas seutuhnya, tetapi panggilan dari rumah sakit begitu mendesak.Salah satu putri dari salah satu menteri mengalami sakit dan harus dioperasi segera.Mau tak mau, Arsen dan Senja harus pulang ke rumah. Di rumah, tidak lagi di vila. Mengingat tempat itulah yang paling dekat dengan rumah sakit.“Honey. Kamu harus ingat, selama aku pergi, jangan keluyuran,” ujar Arsen sambil merapikan pakaiannya.Senja yang baru saja memilihkan kemeja, pun mengangguk. “Iya, Om.”Bukannya pergi, Arsen justru mengungkung gadis itu, matanya menatap tajam. “Jangan panggil Om, saat kita sedang berdua.”Bibir Senja berkedut menahan senyuman. Jemari lentiknya itu menelusuri rahang pria yang sedang mengungkungnya. “Iya, Sayang. Mas Arsenku sayang. Cepatlah pergi, pasien kamu nungguin.”Arsen menghela napas, tampak benar-benar frustasi. Sungguh, pemandangan seperti itu justru membuat Senja sangat
Terakhir Diperbarui : 2026-08-25 Baca selengkapnya