Sejak tadi Senja terus menahan rasa sakit dan ngilu akibat malam panas yang sudah ia lakukan bersama dengan Arsen. Bagaimana lagi, kuis itu juga penting.Selesai dengan urusan kampus, Senja bersiap untuk pulang.“Sen, mengenai editing kali ini, biar aku urus sendiri. Kalau kamu masih merasa tidak enak badan, kamu pulang saja,” jelas Adji yang baru saja meletakkan buku-nya di meja Senja.Mata Senja melirik Calvin yang juga bersiap pulang, pria itu sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Bukan karena ia tak rela dijauhi Calvin, hanya saja, sangat disayangkan, perteman mereka rusak hanya karena ancaman Arsen.“Sen?”Senja tersadar dari lamunan, gadis itu menganggukkan kepala, lalu memaksakan diri untuk tersenyum. “Thanks, ya, Ji. Sorry banget, aku gak bisa bantuin.”“Its okay. Ini mudah kok. Kalau begitu, aku cabut dulu, ya. Ini buku yang mesti kamu salin.” Adji mengetuk buku catatannya di meja.“Oke. Thanks sekali lagi.”Sambil tertatih, Senja menuju gerbang kampus, ia berniat untuk memes
Last Updated : 2026-08-29 Read more