Pintu rumah itu terbuka lebar. Semakin menambah rasa sesak di hati Senja. Ia tak bisa melepaskan tangannya dari lengan Arsen. “Om, ini gimana?” ujar Senja dengan suara bergetar. Yang ada di pikirannya hanyalah wajah sang papa yang marah. Ia tidak bisa membayangkan, apa yang akan papanya itu lakukan, kalau sampai semuanya terbongkar. Bahkan, sejak tadi Arsen tidak mengatakan apapun.Papanya itu tahu apa? Apakah tahu mengenai kehamilannya, atau jangan-jangan mengenai hubungan mereka. Tidak, ia sama sekali tidak siap. Tetapi, bayi di dalam perutnya juga tidak bisa menunggu lebih lama.“Senja!”Senja tersentak, ia menarik tangannya dari lengan Arsen, tubuhnya sampai bergetar. Ia tidak pernah melihat Trian semarah itu.“Pa-papa …” Senja mencoba tersenyum, ia menghampiri papanya, meraih tangan sang papa yang kini sedang memegang beberapa berkas. Tetapi mata papanya itu menatap Arsen dengan tajam.“Arsen. Apa tujuan kamu?” tanya Trian dengan nada yang melemah, tidak sekeras tadi saat memang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-13 อ่านเพิ่มเติม