Begitu melihat papanya terbaring di ruang rawat, Senja mengurut dadanya, lega. Ia tak bisa membayangkan, kalau sang papa harus menjalani operasi bedah jantung.Ia sama sekali tidak berani masuk ke dalam. Takut sang papa marah, meraung dan kondisinya kembali memburuk.“Mbak Senja.” Seorang suster yang baru saja memeriksa Trian tersenyum, begitu mendapati Senja berdiri di depan pintu. “Kok enggak masuk?”Senja menggelengkan kepala. Sungguh, ia takut Ttrian akan seperti tadi.”“Bagaimana keadaan papa saya, Sus?’ tanya Senja, harap-harap cemas.“Membaik, Mbak,” jawab Suster dengan nama Ana itu. “Pak Trian terus mencari Dokter Arsen. Tapi, Dokter sedang ada operasi darurat.”Senja hanya bisa mengangguk. “tapi, tadi juga nanyain Mbak Senja. Katanya kalau Mbak Senja datang, suruh masuk.”Masuk? bagaimana ini? Senja bingung, bagaimana menjelaskan situasinya kepada Suster. “Tapi ….”“Dokter Arsen tadi juga bilang mengenai keadaan Pak Trian, yang kalau bisa, Mbak Senja jangan masuk dulu. teta
Last Updated : 2026-09-19 Read more