Sore itu, usai jam kerjanya berakhir, Lenora buru-buru membereskan meja kerjanya. Bahkan ia sempat akan menekan tombol lantai tiga—di mana ruang bedah berada. Namun urung, sejak kejadian siang tadi, ia tahu situasinya berbahaya. ‘Gak, aku gak boleh lama-lama di sini,’ batinnya memperingatkan diri sendiri. Lenora tiba di kosan Sofia. Ponselnya lekas dimatikan total. Untuk sesaat saja, ia ingin ketenangan, siap-siap tanpa Dashel lagi di hidupnya. "Lo kenapa sih, Len? Suami lo ada masalah apa? Selingkuh dia?" cecar Sofia to the point. Lenora menghela napas panjang, bahunya merosot lelah pada dinding. "Ya, ampun, Len, sabar ya. Emang dasar cowok-cowok nggak ada akhlak," gerutu Sofia, iba melihat rona letih di wajah sahabatnya. "Iya, Sof. Rasanya gue nyesel nikah," lirih Lenora, matanya menerawang jauh. Bayangan wajah Enzo yang manipulatif dan Dashel yang posesif berkelebat silih berganti di benaknya. Dua pria itu sama-sama akan memiliki anak dari wanita lain! "Udah, Len, nggak usa
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-12 Mehr lesen