Refleks, Lenora membungkam mulutnya sendiri rapat-rapat. Matanya membelalak kian lebar, memohon melalui tatapan pada Dashel yang berdiri rapat menguncinya.Sialnya, Dashel bukannya berhenti. Seringai nakal justru terbit di bibir pria itu. Tak ada peringatan, jemari Dashel menyentak kemeja Lenora hingga kancingnya terlepas dan terhambur ke lantai. Cup bra tipisnya disingkirkan mudah saja. Lidah panas Dashel pun menari-nari, melumat puncak merah muda Lenora yang menegang sempurna. Lenora menggeliat tak karuan, rasa nikmat menyengat hingga ke dasar paha bagian dalamnya yang membasah. Sungguh, ia tidak sanggup menahan desahan, ia menjauhkan sedikit telepon genggam dari telinganya."Ssshh ... ahhh ... Dash, jangan nakal gini," bisik Lenora, sudah kepayahan.Alih-alih menuruti, Dashel sengaja makin dalam mengulumnya, mengsapnya lembut. Bahkan ia mendongak pelan, melayangkan tatapan penuh godaan yang mengunci manik hitam Lenora. Gesekan bibir dan gigitan halus Dashel membuat napas Lenora
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-04 Mehr lesen