Napas Lily terembus panjang, lalu menaruh ponselnya di permukaan ranjang begitu saja. Ketika ia memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur, kernyit di dahinya muncul. Ia merasa sesuatu mengalir dari kemaluannya, dan rasanya begitu tidak nyaman. "Apa yang terjadi?" Tak ingin hanya menduga-duga, wanita muda itu buru-buru berlari ke kamar mandi untuk mengeceknya. Ia duduk di kloset setelah melepas celana dalamnya. Ketika sebuah bercak darah ia temukan, kedua mata indahnya menutup rapat. Napasnya terembus berat. Ternyata tamu bulanannya datang. Wajahnya mengeras, lalu tangannya mengepal sebelum akhirnya memukul lututnya sendiri dengan perasaan kesal. "Sial! Kenapa harus datang bulan?!" Lily hela napasnya berkali-kali kemudian kembali membenarkan celana dalamnya. Selanjutnya, ia bangkit berdiri di depan kaca wastafel, bergeming menatap wajahnya sendiri. Harapannya untuk segera memiliki bayi dengan pria yang memiliki hatinya telah pupus. Namun, bukankah kesempatan lain masih selalu ad
Last Updated : 2026-09-24 Read more