Bukannya mereda, hujan justru semakin lebat saat mereka sampai rumah Lily. Rumah kayu kecil di tepi jalan raya. Titik-titik air membasahi lantai ruang tamu gadis itu, sisa dari tetesan air langit yang membasahi tubuh keduanya ketika melintasi halaman menuju pelataran rumah. "Silakan duduk, Paman. Saya akan berganti baju sebentar kemudian membuatkan Anda minuman," ucap gadis itu ketika hendak mengambil langkah menuju bagian belakang rumah tua nan sederhana miliknya. Namun, ucapan Jonathan mencegahnya. "Tidak perlu, Lily. Sepertinya saya akan langsung pulang saja." Buru-buru Lily berbalik badan, kemudian memberikan tatapan tak setuju. "Tidak baik menolak niat baik seseorang, Paman. Tunggulah sebentar, saya akan segera kembali." "Ya sudah. Tapi, saya tidak bisa lama-lama di sini." Pada akhirnya Jonathan menyerah. Pria itu duduk pada salah satu sofa di sana, menyamankan diri. Rumah itu sepi. Hanya terdengar suara hujan. Sedangkan dalam langkah kakinya yang pelan, senyuman ganjil tam
Last Updated : 2026-09-08 Read more