Aku bangkit dari tempat tidur dan segera membersihkan diri, membasuh sisa-sisa kantuk di wajahku, sekaligus mungkin menghapus jejak air mata yang tidak ingin kupikirkan lagi.Kemudian, aku membuka pintu dengan perlahan, mengintip ke luar lebih dulu. Aku tidak ingin bertemu Ariel.Selama hampir satu menit aku tidak mendengar suara apa pun. Kukira dia sedang berada di ruang kerjanya ... atau mungkin sudah pergi keluar. Jadi, aku mengendap-endap menuruni tangga.Begitu berbelok di ujung lorong, aku langsung menabrak sesuatu yang keras.Aku mendongak. Ariel berdiri tepat di depanku, menatapku dengan wajah yang jelas-jelas tidak senang."Kamu kedatangan tamu," katanya, mengucapkan setiap kata dengan jelas.Pasti Steven sudah datang.Aku melewati Ariel dan berjalan menuju ruang tamu. Namun, baru beberapa langkah, Ariel berbalik lalu berjalan di sampingku."Aku juga sedang nggak ada kerjaan," katanya tenang. "Aku ikut gabung dengan kalian ya."....Ariel dan Steven duduk berhadapan, sementara
続きを読む