Share

Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira
Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira
Penulis: KarenW

Bab 1

Penulis: KarenW
Aku sangat suka lengket pada pacarku, Ariel, dan menikmati perhatiannya sebanyak mungkin. Namun, setelah melihat komentar aneh yang mengklaim dia membenciku, cinta sejatinya akan segera muncul, dan aku akan ditinggalkan, aku memutuskan untuk menjaga jarak darinya.

"Kenapa berhenti?" Terdengar suara Ariel dari sampingku begitu aku menjauh dari dadanya.

Aku baru saja menghentikan ciuman kami di tengah-tengah. Bukan karena aku tidak ingin terus menciumnya, Tuhan tahu betapa aku suka mencium Ariel dan bibirnya yang lembut itu. Namun, tepat di tengah ciuman itu, kata-kata aneh tiba-tiba muncul di depan mataku dan melayang di udara seperti komentar yang bergulir di layar.

Semua komentar itu mengatakan hal yang sama. Ariel yang merupakan pacarku selama tiga tahun ini dan juga teman keluarga selama dua puluh tahun lebih ini sebenarnya tidak pernah menginginkanku. Sebentar lagi, dia akan bertemu dengan wanita yang memang ditakdirkan untuknya dan mencampakkanku tanpa menoleh lagi.

Aku memaksakan senyuman. "Aku hanya capek. Bagaimana kalau kita tidur saja?"

Ariel menatapku sambil mengernyitkan alis.

Selama setahun penuh ini, aku yang selalu menempel di sisi Ariel dan menciumnya hampir setiap malam. Aku bahkan memberi nama rutinitas kecil kami itu, yaitu waktu berpelukan sebelum tidur.

Ariel yang biasanya mengakhiri rutinitas itu dan mengingatkan kita untuk tidur karena malam sudah larut, sehingga dia tentu saja merasa aneh saat malam ini aku tiba-tiba menghentikan rutinitas itu. Namun, setelah beberapa detik, dia tidak bertanya lebih jauh lagi dan hanya berbaring telentang. "Baiklah. Ayo kita tidur."

Aku menatap punggung Ariel yang lebar, lalu menarik napas pelan. Dia terlihat sama sekali tidak terpengaruh entah kami berciuman atau tidak. Mungkin komentar-komentar itu memang benar, selama ini dia memang menunggu aku berhenti menempel padanya. Aku memiringkan tubuh, lalu bergeser mendekati tepi ranjang dan menciptakan jarak antara aku dan dia sejauh mungkin.

Dulu aku sangat suka meringkuk di pelukan Ariel dan tertidur dalam dekapannya selalu membuatku merasa aman, terlindungi, serta dicintai. Namun, menurut komentar-komentar itu ... dia benci kedekatanku. Mungkin ... jika aku menjaga jarak terlebih dulu, rasa bencinya padaku akan berkurang sedikit saat dia akhirnya bertemu dengan wanita yang memang ditakdirkan untuknya.

....

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, aku tetap tidak bisa tidur dan kepalaku kacau. Sebagian dari diriku tidak ingin mengakui komentar itu benar, tetapi aku tidak bisa menahan diri untuk mengingat kembali bagaimana dia dan aku selama ini. Bagaimana dia selalu diam-diam sedikit menjauh setiap kali aku terlalu dekat dan dia mengernyitkan alis setiap kali aku ingin lebih dari ciuman singkat.

Aku yang selalu mengejar Ariel.

Keluarga kami berdua sudah saling mengenal sejak lama dan sama-sama berada di dunia mafia, sehingga kami sudah seperti tumbuh bersama. Aku menangis tersedu-sedu saat berusia enam tahun dan tak seorang pun yang berhasil menenangkanku, tetapi dia datang. Begitu melihatnya, aku langsung berlari ke dalam pelukannya dan tersenyum lebar.

Setelah lulus kuliah, aku mulai mengejar Ariel secara terang-terangan. Saat itu, dia sudah mengambil alih bisnis kasino milik keluarganya. Orang-orang bahkan sudah menganggapnya setengah bos dan semua orang tahu masa depannya akan jauh lebih cerah lagi.

Tidak ada seorang pun yang menyangka Ariel akan menerimaku. Aku hanya seorang pewaris yang tumbuh dimanjakan dan selalu dilindungi, sedangkan dia berkuasa, disegani, dan jelas berada jauh di luar jangkauanku. Namun, entah bagaimana dia menerimaku dan menjadi pacarku begitu saja.

Tak seorang pun yang tahu saat kami mulai berpacaran dan Ariel bukan pacar yang seperti bayanganku. Dia bisa diandalkan dan dewasa, tetapi menjaga jarak dan kadang-kadang terkesan dingin.

Ariel tidak pernah menolak saat aku ingin menggandeng tangannya, memeluk, atau berada di dekatnya, tetapi dia juga tidak pernah terlihat benar-benar antusias. Aku sering kali merasa dia hanya menuruti keinginanku, bukan karena dia menginginkan hal yang sama. Namun, bagiku, berada di dekat Ariel sudah menjadi sebuah kebiasaan.

Saat masih kecil, aku selalu mengikuti Ariel karena aku sudah menganggapnya seperti kakak laki-lakiku. Setelah menjadi pacarnya, aku mengikutinya karena dia adalah pria yang kucintai. Jika bisa menempel di sisinya selama dua puluh empat jam sehari, aku pasti akan melakukannya. Aku benar-benar definisi seorang pacar yang lengket.

Oleh karena itu, aku tidak pernah merasa patah semangat meskipun Ariel bersikap dingin atau menjaga jarak. Aku meyakinkan diriku bahwa dia hanya pemalu atau mungkin terlalu kaku. Aku berusaha sekuat tenaga menunjukkan padanya bagaimana aku ingin diperlakukan. Aku bahkan berbohong pada Ariel, berkata aku takut gelap dan hantu agar bisa pindah tinggal bersamanya.

Awalnya, Ariel menyiapkan kamar tidur terpisah untukku. Namun, setelah memohon tanpa malu selama berminggu-minggu, membuat berbagai alasan, dan menolak menyerah, aku akhirnya menang. Aku pindah ke kamarnya, lebih tepatnya lagi ke ranjangnya. Dan selama setahun ini, aku selalu tertidur di sampingnya setiap malam.

Setiap malam sebelum tidur dan setiap pagi saat kami bangun, aku selalu mencari alasan untuk menempel pada Ariel. Kadang-kadang hanya berupa beberapa ciuman, pelukan, atau meringkuk di sisinya. Kadang-kadang semuanya berkembang menjadi hubungan intim yang penuh gairah.

Di saat-saat langka itu, aku bisa melihat retakan pada ketenangan Ariel yang biasanya. Tatapannya menjadi lebih muram dan pengendalian dirinya sedikit mengendur hingga aku bisa melihat sekilas ada sesuatu yang begitu jujur tersembunyi di baliknya. Aku menganggap itu sebagai bukti Ariel menyukai, menginginkan, dan membutuhkanku sama seperti aku menginginkan dan membutuhkannya.

Setelah sekarang aku pikirkan lagi, mungkin selama ini aku hanya membohongi diriku sendiri. Mungkin itu sama sekali bukan cinta, melainkan hanya naluri seorang pria terhadap seorang wanita.

Reaksi pertama Ariel selalu menciptakan jarak, mundur selangkah, dan menyisakan sedikit ruang di antara kami. Hanya saja, aku terlalu tidak tahu malu untuk menyerah dan terlalu keras kepala untuk meninggalkan sisinya. Aku sangat menginginkannya hingga mengabaikan semua tanda-tanda kecil yang muncul selama ini.

Saat komentar-komentar itu muncul malam ini, aku tahu aku tidak bisa terus membohongi diriku lagi. Kata-kata penuh kebencian itu memaksaku mengakui sesuatu yang selalu aku hindari selama bertahun-tahun ini.

Mengetahui pacarku, cinta pertamaku sejak kecil, dan anak laki-laki yang kucintai selama ini mungkin tidak pernah mencintaiku seperti aku mencintainya, dadaku terasa sangat sakit. Memikirkan itu makin lama, aku merasa makin sesak. Semua kenangan yang dulu membuatku bahagia tiba-tiba terasa berbeda, seolah-olah selama ini aku sudah membaca cerita yang salah.

Aku terjaga selama berjam-jam dan menatap kegelapan sambil mengulang semua kenangan itu di kepalaku. Saat rasa kantuk itu akhirnya datang, waktunya sudah lewat tengah malam.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 11

    [ Dia bukan orang asing. Kalian lupa ya kalau Alisia punya cinta pertama sejak kecil? Hubungan mereka pada dasarnya sama seperti Ariel dan Bella, cuma tanpa latar belakang keluarga mafia yang kaya raya. ][ Aku juga pernah dengar soal dia. Namanya Henry. Dia bekerja sambil membiayai kuliah Alisia. Bukannya mereka sudah bersama sejak SMA? ][ Terus Ariel gimana? Bukannya ceritanya harus jadi kisah cinta miliarder yang kabur demi cinta? Ariel seharusnya merebut Alisia dan menjadikan Alisia sebagai istri satu-satunya. ][ Tenang saja. Mungkin selama ini kita membaca versi cerita yang berbeda. Bukankah Ariel sudah melamar Bella? Mungkin memang Bella yang benar-benar dia cintai .... ][ Aku mau bilang sesuatu. Menurutku, Bella memang pasangan yang paling cocok buat Ariel. Dari awal aku mengikuti cerita ini, Ariel selalu bersikap dingin kepada semua orang kecuali Bella. Dan meskipun Bella bukan orang yang jago berbisnis, cuma dia yang bisa membuat Ariel terasa ... seperti manusia biasa. ][

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 10

    Ariel seperti pria yang sudah lama kelaparan. Dia menciumku di mana-mana, seolah-olah tidak pernah merasa puas, meski terus berusaha.Sedangkan tubuhku dengan mudah mengkhianatiku, merespons setiap sentuhannya jauh lebih kuat daripada yang kubayangkan.Saat kecupannya bergerak naik dari perutku hingga ke tulang selangka, lalu berhenti di dekat telingaku, suaranya merendah. "Masih mau pindah kamar?"Sebelum sempat menjawab, komentar-komentar itu kembali muncul di hadapanku.[ Ih! Ariel mau tidur sama dia? Aku nggak sanggup lihatnya. ][ Bella benar-benar mengira Ariel melakukan ini karena cinta? Cowok cuma punya kebutuhan. Itu saja. ][ Lihat, 'kan? Sudah kubilang dia cuma jual mahal. Dicium sekali langsung luluh lagi. ][ Apa cuma aku yang merasa Ariel benar-benar peduli sama dia? Selama ini cuma dia yang benar-benar mengkhawatirkan Bella. ]Komentar terakhir itu menarik perhatianku. Untuk sesaat, aku justru memikirkan hal yang sama.Aku terus menjauh darinya, tetapi Ariel malah selalu

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 9

    Ariel selesai membilas gaun tidur renda itu. Setelah itu, barulah dia menoleh dan menatapku."Kalau kamu memang sudah berencana pindah, lalu untuk apa kamu masih membutuhkan aku? Sebagai pacarmu? Atau cuma seseorang yang kamu datangi saat merasa kesepian dan pintunya bisa kamu ketuk kapan saja?"Suaranya terdengar serak, tetapi dia belum selesai. "Kalau begitu, lebih baik kita putus saja."Seluruh tubuhku membeku. Pikiranku kosong sesaat, seolah-olah tidak mampu mencerna apa yang baru saja kudengar. Aku sama sekali tidak menyangka akan mendengar kata-kata itu secepat ini.Sesingkat dan setegas itu.Mataku langsung terasa perih. Air mata yang sedari tadi kutahan kembali mendesak keluar.Kemudian, komentar-komentar itu muncul lagi dengan cepat, bersemangat, dan hampir terlihat gembira.[ Ariel akhirnya mengatakannya! Memang begitulah isi hatinya. Dia sudah lama mau putus. ][ Setidaknya Bella sekarang sadar diri. Dia sendiri yang lebih dulu bilang mau pindah. ][ Nggak, kalian salah. Dia

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 8

    Aku bangkit dari tempat tidur dan segera membersihkan diri, membasuh sisa-sisa kantuk di wajahku, sekaligus mungkin menghapus jejak air mata yang tidak ingin kupikirkan lagi.Kemudian, aku membuka pintu dengan perlahan, mengintip ke luar lebih dulu. Aku tidak ingin bertemu Ariel.Selama hampir satu menit aku tidak mendengar suara apa pun. Kukira dia sedang berada di ruang kerjanya ... atau mungkin sudah pergi keluar. Jadi, aku mengendap-endap menuruni tangga.Begitu berbelok di ujung lorong, aku langsung menabrak sesuatu yang keras.Aku mendongak. Ariel berdiri tepat di depanku, menatapku dengan wajah yang jelas-jelas tidak senang."Kamu kedatangan tamu," katanya, mengucapkan setiap kata dengan jelas.Pasti Steven sudah datang.Aku melewati Ariel dan berjalan menuju ruang tamu. Namun, baru beberapa langkah, Ariel berbalik lalu berjalan di sampingku."Aku juga sedang nggak ada kerjaan," katanya tenang. "Aku ikut gabung dengan kalian ya."....Ariel dan Steven duduk berhadapan, sementara

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 7

    Kemudian, ratusan komentar kembali memenuhi pandanganku.[ Ohhh, Alisia. Jadi ini pertama kalinya tokoh utama wanita datang ke rumah Ariel. Lihat baik-baik, Alisia. Sebentar lagi kamu yang akan tinggal di sini. ][ Ariel! Mana Ariel? Cepat temui calon istrimu. Cantik banget. ][ Dulu kupikir Bella lumayan cantik dan imut. Tapi kalau dibandingkan Alisia, dia jadi kelihatan biasa saja. ][ Pantas Ariel langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Alisia mungkin wanita paling sempurna yang pernah dia temui. ][ Kalau nggak salah, ini juga pertama kalinya Alisia bertemu Bella. Dia pasti datang buat melihat seperti apa wanita yang dulu bersama Ariel dan sekarang dia sadar bahwa wanita itu bukan saingannya. ][ Benar. Alisia jelas berada di level yang berbeda. ]Membaca komentar-komentar itu, tanpa sadar aku menunduk melihat diriku sendiri.Dibandingkan dengan gaun blazer hitam Alisia yang terlihat begitu rapi dan elegan, aku hanya mengenakan kemeja longgar dan celana pendek. Sederhana dan s

  • Dicintai Lebih Daripada yang Aku Kira   Bab 6

    Ariel tidak bergerak. "Kenapa?"Wajar saja kalau dia bingung. Bagaimanapun juga, akulah yang dulu memohon agar bisa pindah ke kamarnya. Sekarang, tanpa mengatakan apa pun, aku malah pindah ke kamar di seberang lorong.Aku menunduk menatap sandalku, lalu mendorong salah satunya dengan ujung kaki."Dulu kamu bilang kebiasaan tidurku kurang bagus."Aku bergumam pelan. "Aku suka menendang selimut ke mana-mana dan banyak bergerak waktu tidur. Jadi, kupikir lebih baik aku tidur sendiri. Dengan begitu, aku nggak akan mengganggumu."Ariel melangkah mendekat, nyaris memasuki kamar. Suaranya merendah."Nggak masalah. Aku bisa mengatasinya."Aku mendongak. "Apa?""Soal selimut itu," jawabnya dengan wajah yang tetap serius. "Kembalilah. Aku akan memastikan selimutnya tetap di tempatnya."Entah kenapa, tenggorokanku mendadak terasa kering. Aku bahkan tidak tahu harus mengalihkan pandangan ke mana.Kalimat itu sebenarnya biasa saja, tetapi saat keluar dari mulut Ariel, entah mengapa terdengar berbed

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status