Freya menatap karyawan itu dengan sorot mata yang tidak menunjukkan amarah, hanya kekecewaan yang tersirat samar, dia paham wanita itu hanya korban tekanan yang tidak berani menolak permintaan Melissa.“Kamu benar-benar melihat Freya Winata yang melayani pelanggan itu?” Nanda memastikan, suaranya tegas penuh penekanan.Karyawan muda ini menelan ludah susah payah, panik dan gugup menjadi satu dalam benaknya.“Sa-saya ….” Karyawan ini agak ragu, sampai dia merasakan senggolan di lengannya dari Melissa. “Iya, Pak. Saya melihatnya,” ucapnya cepat-cepat karena panik.Namun, tepat saat suasana mulai memihak pada tuduhan Melissa, suara langkah kaki tergesa terdengar dari arah pintu, disusul suara Rachel yang menggema lantang.“Itu bohong!”Semua tatapan tertuju ke arah Rachel yang baru saja tiba, napasnya sedikit terengah karena berlari begitu mendengar keributan besar sedang terjadi.“Freya tidak pernah melayani wanita itu,” ucap Rachel tegas, melangkah maju berdiri di samping Freya dengan
Última actualización : 2026-08-31 Leer más