Freya semakin panik melihat Keano yang tampak begitu ketakutan, wajahnya masih pucat pasi dengan tatapan kosong yang membuat Freya tak mengerti kenapa Keano mendadak seperti ini.Belum sempat Freya bertanya lebih jauh, suara sopir dari kursi depan terdengar, nadanya sedikit tergesa. “Saya akan cari jalan lain, Nona.”Mobil segera berbelok, keluar dari antrean kemacetan panjang yang mengular di jalan utama, memasuki gang-gang sempit yang jarang dilalui untuk mencari jalur alternatif menuju mall.Freya menoleh kembali pada Keano yang masih duduk kaku di sampingnya, wajahnya belum juga kembali normal. Dia berusaha memastikan kondisi pria itu, tangannya terulur pelan untuk menyentuh lengan Keano.“Pak, Anda baik-baik saja?” tanya Freya cemas.Namun, sebelum Freya sempat menyentuhnya, Keano tiba-tiba menggenggam telapak tangan Freya dengan begitu erat, hampir menyakitkan. Freya tersentak, merasakan remasan itu begitu kuat, bahkan dia bisa merasakan getaran halus yang menjalar dari tangan
Última actualización : 2026-09-04 Leer más