Keesokan harinya. Freya sudah lebih dulu bangun dan menyelesaikan mandinya. Dia baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil melingkar di rambutnya, saat menyadari Keano baru saja terbangun dari tidurnya, mengucek mata dengan gerakan pelan.Ada rasa canggung yang menyusup tiba-tiba di dada Freya, mengingat kejadian semalam. Genggaman erat itu, kalimat lirih yang keluar dari bibir Keano, dan bagaimana dia duduk menemani pria itu sampai tertidur kembali.Freya berdeham pelan, mencoba menetralkan suasana yang tiba-tiba terasa berbeda. “Anda sudah sudah lebih baik, Pak?”Keano menoleh ke arah Freya, matanya masih sedikit sayu saat tertuju pada wanita ini. Dia mengangguk pelan, lalu duduk tegak di tepi ranjang.“Sudah,” jawab Keano singkat. Namun, sebelum Freya sempat melangkah pergi, suara Keano kembali terdengar. “Terima kasih, untuk semalam.”Freya tertegun sejenak, tidak menyangka Keano akan mengucapkan itu secara langsung. Selama ini, pria itu selalu tampak begitu berjarak d
Última actualización : 2026-08-24 Leer más