Suara dentuman pintu besi ruang bawah tanah yang menutup kembali meninggalkan gema berat di rongga dada, memantul di dinding semen dingin sebelum perlahan mati. Udara lembab bercampur sisa ketegangan masih melekat di kulit, namun atmosfer di antara mereka berdua bergeser dengan cepat menjadi sesuatu yang jauh lebih menekan dan menyesakkan. Di luar sana, malam merayap semakin pekat, membawa serta kebisuan yang mematikan di sekeliling menara pengawas penthouse.Julian tidak langsung melepaskan cengkraman tangannya dari rahang Maya. Julian menatap lurus ke dalam manik mata Maya yang ada di hadapannya, membaca sisa-sisa kepatuhan yang mulai runtuh secara perlahan akibat pemandangan barusan. Clara telah disingkirkan dengan dingin tanpa perlawanan berarti, dan kini tidak ada lagi celah pelarian, tidak ada lagi kartu akses rahasia, serta tidak ada lagi harapan palsu yang tersisa untuk Maya."Pelajaran yang bagus, bukan?" bisik Julian rendah, suaranya menguliti pertahanan mental Maya yang
Terakhir Diperbarui : 2026-09-17 Baca selengkapnya