Udara sejuk koridor kampus seni menyambut langkah Maya, membawa serta aroma kertas baru, cat minyak, dan kenangan masa lalu yang sempat terputus. Rasanya aroma ini seperti aroma kebebasan.Setelah melewati serangkaian birokrasi yang melelahkan di ruang administrasi, urusan cuti akademik dan pendaftaran ulang kelasnya akhirnya resmi selesai. Berdasarkan jadwal akademik baru yang tercetak di lembar kertas di tangannya, ia sudah bisa kembali duduk di bangku kuliah mulai minggu depan.Maya menghela napas lega, merasakan secercah ketenangan menyergap dadanya. Untuk sesaat, bayang-bayang Julian Vane dan cengkeraman penthouse lantai tiga puluh yang menyesakkan sedikit meluntur dari pikirannya. Ia melangkah pelan menuju area selasar utama, menikmati riuhnya aktivitas mahasiswa yang lalu-lalang membawa kanvas, kuas, dan buku sketsa dan juga meliuk mempraktekkan gerakan tari yang indah. Rasanya menyenangkan bisa kembali melihat dunia luar, meskipun ia tahu rantai besi yang mengikatnya tidak be
Terakhir Diperbarui : 2026-09-11 Baca selengkapnya