"Tuan Vane, tolong..... Nona Maya tidak mau makan semenjak kepergian Tuan Vane dua hari lalu," panggil pelayan paruh baya dengan suara gemetar begitu melihat Julian melangkah masuk ke dalam koridor utama."Tidak makan?"Julian langsung panik. Tanpa membuang waktu untuk melepas jas atau mendengarkan laporan lanjutan, ia melangkah lebar menuju kamar utama. Kunci ganda ia putar kasar, lalu pintu jati tebal itu didorong hingga membentur dinding.Di sana, di atas ranjang king-size yang terhampar luas, Maya terbaring lemah. Tubuhnya makin kurus hanya dalam hitungan puluhan jam. Mangkuk bubur dan segelas air di atas meja samping tempat tidur masih utuh, dingin, dan tak tersentuh sedikit pun. Wajah Maya pucat pasi, bibirnya yang kering mengelupas, dan matanya terpejam rapat dengan napas yang terengah halus.Dada Julian berdenyut nyeri—sebuah rasa panik murni yang seketika menghancurkan ketenangannya. Ia mendekati kasur, mendudukkan diri di tepi tempat tidur, lalu menarik jemari Maya yang ding
Dernière mise à jour : 2026-09-06 Read More