Henry sedang berjalan menyusuri lorong lantai tiga setelah memastikan seluruh persiapan di bangunan utama berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ketika langkahnya melewati kamar yang ditempati Eleanor, tiba-tiba dadanya dipenuhi perasaan yang sulit dijelaskan. Entah mengapa, firasatnya mendadak terasa sangat buruk.Ia menghentikan langkah. Pandangannya beralih ke pintu kamar yang dijaga oleh dua petugas keamanan. Henry menghela napas panjang, lalu menghampiri mereka.“Makan malam untuk Nona Eleanor sudah diantarkan?” tanyanya.“Sudah, Pak Henry,” jawab salah seorang penjaga dengan hormat.Henry mengangguk pelan. “Baik.”Ia sempat berbalik hendak melanjutkan langkah. Namun, baru beberapa langkah berjalan, firasat aneh itu kembali menghantam hatinya, bahkan lebih kuat daripada sebelumnya. Perasaannya benar-benar tidak tenang. Henry berhenti, menoleh lagi ke arah pintu kamar Eleanor.“Bukakan pintunya,” katanya tegas.Kedua penjaga saling berpandangan sejenak sebelum salah seorang dari me
Última actualización : 2026-08-20 Leer más