Di ruang kerja yang beraroma kayu cendana, suasana terasa berat namun tenang. Cahaya matahari pagi menembus tirai jendela yang tebal, menyinari permukaan meja kayu jati yang besar dan mengkilap. Xavier duduk di kursi kerjanya, punggungnya tegak namun bahunya terlihat tegang, menahan rasa kesal yang masih membara di dadanya. Tatapannya tajam tertuju pada Henry yang berdiri di hadapannya. Tangan tua itu terlipat rapi di depan perut, menunggu perintah.“Jelaskan padaku bagaimana dia bisa ada di sini,” ucap Xavier, suaranya rendah namun penuh penekanan, seolah setiap kata membawa beban kekhawatiran yang tak terucap. Wajahnya tak menyembunyikan kekesalan. Ia sudah memastikan tempat ini menjadi tempat paling aman bagi Eleanor, jauh dari siapa pun yang berniat menyakitinya. Namun ternyata bayangan masa lalu tetap menyusup masuk. Ia tahu betul sifat orang-orang seperti Ruby dan keluarganya. Mereka bukan orang yang tulus. Mereka adalah orang-orang yang akan mengubah sikap seketika begitu melih
Última actualización : 2026-09-21 Leer más