Di sebuah rumah yang luas, sepasang suami istri dan putrinya sedang bercengkrama di ruang keluarga. Televisi di hadapan mereka menyala. Tapi mereka tidak memperdulikan apa yang ditayangkan oleh televisi. Mereka malah asyik bercengkrama.Malam telah turun sepenuhnya. Di luar rumah, angin malam berembus pelan, menggoyangkan dedaunan yang menari di bawah cahaya lampu taman. Langit tampak gelap, seolah sedang menyembunyikan sesuatu di balik lipatan-lipatan awan yang muram.Namun suasana muram itu tidak sedikit pun menyentuh isi rumah mewah tersebut. Tawa memenuhi ruang keluarga. Tawa yang hangat. Tawa yang seharusnya menjadi lambang kebahagiaan. Tetapi malam itu, tawa mereka terdengar seperti pisau yang menggores luka seseorang yang bahkan tidak berada di sana untuk membela dirinya sendiri.Ruby duduk dengan santai di sofa empuk sambil menikmati secangkir teh hangat. Di sampingnya ada Hendrik, suaminya, sementara Stella, putri mereka, tampak begitu ceria.Mereka terlihat seperti keluarga
Última actualización : 2026-08-15 Leer más