“Pak Arga, tangan Anda berdarah lagi,” cicit Alya saat melangkah keluar dari kamar lama yang berdebu.Alya menghentikan langkah kakinya di ambang pintu, menatap lurus ke arah sofa ruang tengah yang remang-remang. Di sana, Arga baru saja merebahkan tubuh tegapnya yang lelah di atas sofa kulit hitam yang sempit. Namun, ada noda merah pekat yang perlahan melebar, merembes menembus balutan perban putih di lengan kanan pria itu.‘Sial, lukanya pasti terbuka lagi karena benturan kami saat menghalau kardus tadi,’ batin Alya dengan perasaan bersalah yang langsung menghimpit dadanya.Arga menoleh sedikit, melirik lengan kanannya yang basah oleh darah dengan ekspresi wajah yang tetap datar. “Tidak apa-apa. Ini cuma luka kecil.”“Jangan ker
Terakhir Diperbarui : 2026-09-08 Baca selengkapnya